Begini Syarat Hukum Memberikan Daging Aqiqah dalam Islam

Dalam ajaran Islam, aqiqah ialah sesuatu ibadah penyembelihan hewan yang disarankan atas kelahiran anak manusia.

Dalam mazhab Sunni, umumnya kala yang balita yang lahir merupakan seseorang pria, hingga disarankan buat menyembelih 2 kambing ataupun domba dalam aqiqahnya. Sedangkan bila balita yang lahir merupakan seseorang wanita, hingga disarankan lumayan satu kambing saja buat dijadikan aqiqahnya. Perihal itu dicoba selaku rasa syukur kita kepada Allah SWT, sebab sudah diberikan rezeki yang sangat luar biasa, ialah diberikan generasi.

Setelah itu, daging hewan sembelihan aqiqah disarankan buat dibagikan kepada orang- orang fakir serta miskin.

Menimpa perihal ini, secara universal kalau kriteria hewan aqidah serta hewan kurban itu kurang lebih sama, dari sisi umur hewan serta sebagainya Kambing Aqiqah yang Benar .

Setelah itu pula menimpa syarat pembagian dagingnya, kurang lebih sama dengan syarat pembagian daging kurban. Hendak namun, dalam aqiqah disarankan buat memberikan dagingnya yang telah matang. Tetapi itu pula ialah suatu opsi, maksudnya boleh saja daging aqiqah dibagikan dalam keadaan fresh belum dimasak serta belum siap saji.

Sebagaimana dalam penjelasan ulama mazhab Syafi’ i, ialah Syekh Sulaiman Al- Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Bujairimi Alal Manhaj selaku berikut:

قَوْلُهُ(لَكِنْلَايَجِبُالتَّصَدُّقُإلَخْ)أَيْوَلَوْكَانَتْمَنْذُورَةًمرأَيْبَلْهُوَمُخَيَّرٌبَيْنَالتَّصَدُّقِبِالنِّيءِ،وَالْمَطْبُوخِ

Maksudnya:“( Namun tidak harus disedekahkan…dan seterusnya) sekalipun itu dinadzarkan sebagaimana penjelasan Syekh Meter Ramli. Dia boleh memilah antara menyedekahkannya dalam kondisi daging fresh( daging mentah) serta dalam keadaan matang”.

Dalam penjelasan tersebut, bisa disimpulkan kalau pembagian daging aqiqah tidak wajib dibagikan dalam kondisi matang ataupun siap saji. Maksudnya kalau daging aqiqah boleh dibagikan dalam kondisi mentah ataupun belum matang sama sekali. Setelah itu dalam penjelasan yang lain dari Syekh Sulaiman Al- Bujairimi dalam kitabnya kalau: Jual kambing aqiqah Jakarta bekasi

فَيَجِبُالتَّصَدُّقُبِجَمِيعِهَاعَلَىالْفُقَرَاءِشَوْبَرِيٌّ،وَيَتَخَيَّرُبَيْنَأَنْيَتَصَدَّقَبِجَمِيعِهَانِيئًا،وَبَيْنَأَنْيَتَصَدَّقَبِالْبَعْضِنِيئًا،وَبِالْبَعْضِمَطْبُوخًاوَلَايَصِحُّأَنْيَتَصَدَّقَبِالْجَمِيعِمَطْبُوخًا

Maksudnya:“ Seluruhnya harus disedekahkan kepada orang fakir sebagaimana pemikiran As- Syaubari. Seorang boleh memilah antara menyedekahkan seluruhnya dalam kondisi mentah, ataupun menyedekahkannya sebagian dalam kondisi mentah serta sebagiannya dalam keadaan matang. Tidak legal menyedekahkan seluruhnya dalam kondisi matang”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *